Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah – Sebelumnya saya sudah membagikan informasi tentang surat perjanjian kerjasama bagi hasil, silahkan baca jika Anda membutuhkannya. Kali ini saya akan membagikan contoh surat perjanjian jual beli tanah.

Surat perjanjian jual beli tanah adalah surat yang berisi perjanjian antara penjual dan pembeli untuk menjelaskan hak dan keajiban dari masing-masing pihak yang terlibat. Penjual wajib menyerahkan tanah seluas yang telah disepakati dan pembeli wajib menyerahkan uang pembayaran sebesar yang telah disepakati. Setelah semua terpenuhi barulah jual beli tanah selesai dan sah.

Di dalam surat perjanjian jual beli tanah haruslah memuat beberapa poin dibawah ini:

  1. Identitas lengkap dari kedua pihak ( penjual dan pembeli )
  2. Informasi lengkap tentang tanah yang di perjual belikan.
  3. Pencantuman jaminan dan identitas saksi
  4. Cara serta metode pembayaran dan batas waktu pembayaran
  5. Kesepakatan tentang cara penyelesaian jika terjadi sengketa.

Untuk lebih jelasnya bagaimana wujud dan format surat jual beli tanah silahkan lihat contoh dibawah ini yang telah kami sajikan.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :
Nama                : Sunardi
Umur                 : 55 Tahun
Pekerjaan          : Wiraswasta
Alamat              : Jln. Soekarno No. 34 Kota Banda Aceh
Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (Penjual).
Nama                : Suharmi
Umur                 : 37 Tahun
Pekerjaan          : PNS
Alamat              : Jln. Meraxa No. 24  Kota Banda Aceh
Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (Pembeli)
Pada tanggal 10 Januari 2016, pihak ke I telah menjual, lepas / mutlak sebidang tanah darat seluas 350 M2, berikut sebuah bangunan yang terletak diatas tanah tersebut kepada pihak ke II dengan harga tunai Rp. 390.000.000,- (tiga ratus sembilan puluh juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi secara tunai.
Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :
Sebelah barat    : Berbatasan dengan tanah M. Amin
Sebelah timur    : Berbatasan dengan tanah Melinda
Sebelah utara    : Berbatasan dengan tanah Fauziah
Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah Sungai
Bangunan terdiri dari :
Ukuran panjang dan lebar : 590 M2
Atap : Genteng
Dinding : Tembok
Lantai : Keramik marmer
Maka, sejak tanggal 10 Januari 2016 Tanah bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik pihak ke II. Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah tersebut baik pihak ke I (penjual) maupun pihak ke II (pembeli) juga saksi-saksi semuanya meyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani, dan segala sesuatu dengan itikad baik.
Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.
Banda Aceh, 10 Januari 2016
Pihak Ke I (Penjual)                                                                               Pihak Ke II (Pembeli
(Sunardi)                                                                                                         (Suharmi)
Saksi-saksi
Saksi Ke I                                               Saksi Ke II                                           Saksi Ke III
(M. Amin)                                                 (Melinda)                                               (Fauziah)
Surat jual beli tanah di buat dengan tujuan menghindari adanya kerugian dari kedua belah pihak. Dengan surat perjanjian jual beli tanah, antara pembeli dan penjual akan sama-sama memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu ketika membuat perjanjian harus dilakukan dengan sadar dan tanpa tekanan dari siapapun.
Demikianlah contoh surat perjanjian jual beli tanah yang bisa kami sampaikan. Semoga artikel contoh surat perjanjian diatas bisa di terima dan bermanfaat serta bisa menjadi referensi untuk siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut.